UKK Mandiri SMKN 1 Buntok 2025 Berjalan Sukses: 231 Siswa Tuntaskan Uji Kompetensi dengan Semangat Profesionalisme
Buntok, 25 April 2025 –
Setelah enam hari pelaksanaan yang intensif dan penuh semangat, Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) Mandiri Tahun 2025 di SMKN 1 Buntok akhirnya rampung. Kegiatan yang digelar pada tanggal 16, 17, 21, 22, 23, dan 24 April 2025 ini diikuti oleh 231 siswa kelas XII dari tujuh Kompetensi Keahlian yang ada, yakni Akuntansi, Sekretaris (OTKP), Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Kepala SMKN 1 Buntok, Sumarni, S.Pi., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pelaksanaan UKK yang berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh integritas. Beliau menyebut bahwa kegiatan ini menjadi bukti kesungguhan sekolah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan nyata sesuai kebutuhan dunia kerja.
“UKK bukan hanya tentang ujian. Ini adalah bukti kesiapan siswa untuk masuk ke dunia kerja dengan keterampilan dan etos profesional yang mereka bangun selama tiga tahun. Saya sangat bangga atas pencapaian dan semangat anak-anak kami,” ujar Sumarni.
Evaluasi Akhir Kompetensi Siswa SMK
Sebagai sekolah kejuruan, UKK menjadi momen puncak dalam perjalanan belajar peserta didik. Dalam UKK, siswa diuji secara praktik terhadap keterampilan inti bidang keahlian yang mereka ambil. Ujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan SMK benar-benar kompeten dan siap diterjunkan ke dunia industri maupun dunia kerja lainnya.
Tahun ini, SMKN 1 Buntok memilih untuk menyelenggarakan UKK Mandiri, yang berarti sekolah bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan ujian, mulai dari penyusunan soal, penyiapan fasilitas, hingga pelibatan penguji eksternal dari dunia industri. Hal ini sesuai dengan amanat Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang mendorong sekolah-sekolah SMK untuk menjalin kemitraan erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“UKK Mandiri memberikan ruang bagi sekolah untuk lebih leluasa menyelaraskan materi ujian dengan kondisi dan kebutuhan industri lokal. Penguji dari dunia industri pun sangat membantu menilai dari sudut pandang praktisi,” ungkap Ketua Pelaksana UKK Tahun 2025, Ibu Heny, S.P., M.Pd
Persiapan Matang, Pelaksanaan Lancar
Pelaksanaan UKK ini tidak terlepas dari persiapan panjang yang dilakukan oleh pihak sekolah, para guru produktif, teknisi laboratorium, serta dukungan penuh dari seluruh civitas akademika SMKN 1 Buntok. Simulasi, pelatihan, dan pembekalan telah diberikan sejak awal semester genap agar siswa memiliki cukup waktu untuk menguasai materi dan teknis pelaksanaan.
Setiap jurusan menyusun skenario ujian berdasarkan skema-nya, dan pelaksanaannya pun diawasi langsung oleh penguji internal dan eksternal. Penilaian difokuskan pada aspek ketepatan kerja, efisiensi, kerapian, keselamatan kerja (K3), serta kemampuan menyelesaikan proyek sesuai standar industri.
Reaksi dan Refleksi dari Para Siswa
Selesainya UKK disambut dengan rasa lega, bangga, dan haru oleh para siswa. Bagi mereka, ini bukan hanya akhir dari rangkaian ujian, tapi juga awal dari perjalanan baru menuju dunia kerja atau pendidikan lanjutan.
“UKK ini menguji bukan hanya keterampilan, tapi juga mental dan tanggung jawab. Puji Syukur saya bisa menyelesaikan semuanya,” ujar Yohanes Yobelian, siswa TJKT yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Hal serupa disampaikan oleh Eni Marsela, yang mengatakan bahwa simulasi kerja dalam UKK membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja.
Dukungan Orang Tua dan Dunia Industri
Tak bisa dipungkiri, keberhasilan pelaksanaan UKK tahun ini juga ditopang oleh keterlibatan aktif orang tua siswa dan mitra industri. Orang tua menunjukkan dukungan moral dan logistik selama masa persiapan, termasuk memberikan semangat belajar dan motivasi agar anak-anak tampil optimal.
Sementara itu, mitra industri yang berperan sebagai penguji eksternal dan pemberi masukan juga merasa puas dengan hasil yang ditunjukkan oleh para siswa SMKN 1 Buntok.
“Kami melihat potensi besar dari siswa-siswa SMKN 1 Buntok. Dengan pembinaan lanjutan, mereka sangat siap bekerja di dunia nyata,” ujar salah satu penguji dari dunia industri otomotif.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Dengan selesainya UKK, langkah selanjutnya adalah proses penilaian dan validasi hasil ujian yang akan dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Direktorat Pendidikan Vokasi. Hasil UKK akan menjadi salah satu komponen penilaian kelulusan siswa kelas XII.
Kepala SMKN 1 Buntok, Sumarni, S.Pi., berharap agar momentum ini tidak berhenti sampai di sini. Ia mendorong para siswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik melalui pelatihan kerja, magang, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya ingin anak-anak kami terus melangkah. Lulus dari SMK bukan berarti selesai belajar, tapi justru memulai perjalanan sesungguhnya sebagai insan produktif dan berkualitas,” tuturnya.
Sumarni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, staf, orang tua, dan pihak eksternal yang telah berkontribusi demi suksesnya pelaksanaan UKK Mandiri tahun ini.
Penutup
UKK Mandiri 2025 di SMKN 1 Buntok bukan hanya serangkaian ujian praktik, tetapi cerminan semangat juang, ketekunan, dan harapan dari 231 siswa untuk masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan penuh dari sekolah, keluarga, dan dunia industri, lulusan SMKN 1 Buntok diyakini mampu menjadi generasi muda vokasional yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di era globalisasi.
Selamat kepada seluruh peserta UKK SMKN 1 Buntok 2025. Semoga sukses selalu menyertai langkah kalian ke depan!
post by Team ICT SMKN 1 Buntok


